Arsip untuk Februari, 2008|Halaman arsip bulanan

Speedy masalah terus? Capek dech…

Dalam beberapa hari terakhir ini, Speedy Telkom selalu bermasalah. Sudah beberapa kali dilaporkan ke 147, selesai diperbaiki koneksi internetnya besoknya ternyata komunikasi suaranya tidak berfungsi. Begitu terus bolak balik.  Dan hari ini seluruh kantor cabang yang menggunakan Speedy bermasalah.  Bisa terima tetapi tidak bisa kirim. Sedangkan yang di Jakarta, bisa kirim tidak bisa terima. Saya cek di websitenya, ternyata memang sedang ada masalah. Huh … capek dech … Kasusnya dimulai sejak pukul 04.30 wib rupanya, di mana backbone jalur Jakarta-Batam terputus akibat pekerjaan fly-over di Palembang. Sehingga koneksi internet ke luar negeri mengalami gangguan. Seluruh pengguna internet yang menggunakan Telkom pun terkena imbasnya, termasuk Telkomnet instan, webhosting, maupun mailhosting. 

Beruntung, saya masih ada koneksi cadangan di Lintas Arta dan CBN. Sehingga masalah ini bisa diatasi. Semoga kejadian ini menjadi pembelajaran bagi Telkom, untuk lebih dapat mengantisipasi dan mengeliminir kejadian-kejadian serupa dikemudian hari.

Menghadiri Speedy Customer Gathering

Kemarin (15/2/08), saya mengikuti undangan Speedy Customer Gathering dari Telkom Divre II Jakarta Utara di Hotel Mercure, Ancol. Acara yang dimulai pkl 18.00 wib, berakhir hingga pkl 22.00 wib. Acara ini diisi dengan talkshow  yang menampilkan nara sumber dari : Wali Kota Jakarta Utara, H. Effendi Anas,  YLKI, pelaku industri, dan  Telkom ini dimoderatori oleh  Aming “Bagito” Gumelar.
Acara dimulai dengan sambutan oleh Walikota Jakarta Utara dan Kepala Divre RE II, Jakarta Utara.  Kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan MOU untuk PKS Schoolnet 15 SMP se Jakarta Utara. Baru kemudian acara talkshow.  
Beberapa konklusi yang dapat saya catat dari talkshow tersebut, di antaranya adalah :
H. Effendi Anas, mengakui bahwa di kantor Wali Kota Jakarta Utara meskipun internet sudah diimplementasikan, tetapi masih belum secara signifikan memacu kinerja birokrasi. Beberapa hal yang masih harus dibenahi di antaranya adalah pendekatan edukasi di kalangan pegawai kantor dan pendekatan IT.
Namun demikian dengan adanya internet yang diprovide oleh Telkom - Speedy, mau tidak mau Pemda Jakarta Utara “dipaksa” untuk  lebih meningkatkan kinerja dan mejadi agen perubahan sebagai salah satu cyber city di DKI Jakarta.
Menurut YLKI,  ada beberapa keluhan pelanggan yang perlu disampaikan di antaranya adalah : nasib pelanggan perorangan yang kurang mendapat perhatian dari Telkom. Sehingga ketika harus berurusan dengan Telkom, harus menggunakan management ngotot. Kecepatan technical support dalam menanggapi keluhan pelanggan dirasa sangat lambat.
Dijawab oleh Telkom, bahwa masalah kelambatan ini akan di declare dengan management janji.
Keluhan-keluhan pelanggan sendiri, sebetulnya bisa dibagi menjadi :
Persoalan dimulai dari Apply, customer received. Behavior, seperti apa? dan ini harus diedukasi. Dan perjalanan selama berlangganan, evaluasi. Juga hambatan-hambatan yang bersifat non teknis seperti : Aturan-aturan, antara : Telkom – pelanggan, Telkom – birokrasi.
Menurut YLKI, masalah edukasi ini, siapa sebetulnya yang harus bertanggungjawab?
Menurut Telkom adalah tanggungjawab bersama, Telkom sendiri sudah melakukan langkah-langkah edukasi yang dimulai dari go to school, go to campus, dsb.
Lebih lanjut, menurut Telkom bahwa : Jaringan telepon hingga box di setiap rumah adalah tanggungjawab Telkom. Sedangkan dari box ke dalam rumah adalah menjadi tanggungjawab pemilik rumah.
Beberapa persoalan yang saya hadapi, termasuk tidak adanya tagihan dari Telkom, menurut Telkom nantinya akan dilakukan dengan cara prepaid.
Acara berakhir pada pkl 22.00 wib dengan pembagian hadiah beradasarkan undian nomor undangan. 
Semoga saja, janji-janji Telkom untuk meningkatkan kinerja segera terwujud.

NAS untuk kantor kecil, Buffalo LinkStation Pro

Buffalo LinkStation Pro adalah salah satu produk Network Attached Storage (NAS) buatan Buffalo Technologies Inc., yang khusus dipergunakan untuk pengguna kantor skala kecil, menengah dan juga rumahan yang sudah memanfaatkan jaringan. Perangkat penyimpan data dengan bobot 1,6 ini  bersifat modular yang mudah diletakkan di manapun, tanpa memerlukan ruang khusus yang berpendingin karena adanya kipas  mini di bagian belakangnya.  Selain itu, dibagian belakangnya juga terdapat port USB yang berfungsi untuk menambah kapasitas Buffalo menggunakan harddisk external (USB).
Buffalo ini sudah dibekali dengan koneksi yang bisa mentransmisikan data hingga 1 GB perdetik. Sehingga ketika memutar file multimedia yang tersimpan di sini tidak akan menurunkan kualitasnya.
Ada beberapa type varian Buffalo yang dikeluarkan perusahaan tersebut, di antaranya adalah : LS-250GL, LS-320GL, LS-500GL, LS-750GTL, dan LS-1000GL. Sedangkan perangkat yang sedang saya pergunakan untuk dicoba adalah type LS-320GL. Dari type tersebut, menunjukan bahwa kapasitas hardddisk yang digunakan, yaitu sebesar 320 GB dengan harga US$ 220,- dan garansi 1 tahun.
Ketika kami coba gunakan, tidak menemui kesulitan yang berarti. Sangat mudah. Hal ini berkat adanya antarmuka web yang membimbing sejak tahap awal instalasi hingga konfigurasi. Buffalo 320GL ini memliki kemampuan untuk mengatur tingkatan akses setiap user, termasuk batasan jumlah ruang simpan.
Cara instalasi, sangat mudah dan sederhana, yaitu :
  1. Masukan CD LinkNavigator (saat saya tulis masih versi 1.1.0).
  2. Kemudian muncul tulisan : Welcome to Link Setup. Klik pada bagian Begin Instalation.
  3. Selanjutnya muncul dua pilihan : Connect LinkStation to Network dan Connect this PC to LinkStation. Karena saya akan koneksi dari PC ke jaringan, maka saya pilih yang pertama, yaitu Connect LinkStation to Network.
  4. Ada 4 step yang akan dilalui, yaitu : mengkoneksikan kabel power dan kabel ethernet, mengkoneksikan kabel ethernet ke swicth, menghidupkan LinkStation, dan konfirmasi bahwa koneksi sudah berhasil, yang ditandai dengan lampu pada LINK.ACT menyala. Klik Next.
  5. Jika hasil instalasi tidak berhasil, maka akan muncul pesan : Setup cannot be completed. Sehingga saya harus melakukan instalasi ulang, dengan melakukan reset LinkStation. Caranya yaitu dengan menekan tombol kecil di bagian belakang, bertuliskan reset beberapa detik hingga muncul suara “bib”.
Di dalamnya juga terdapat Memeo autobackup software, yaitu aplikasi untuk keperluan melakukan backup secara otomatis.buffalo1.jpg

Pasang Jaringan Internet di Klp Gading (Niko)

Pagi ini, pasang koneksi internet baru untuk Niko (di Klp Gading). Semula menggunakan Cable Vision, karena layanan yang kurang memuaskan kemudian ganti ke ADSL (Speedy). Dan ternyata juga kurang memuaskan, sering mati katanya. Sekarang ganti lagi ke First Media. First Media ini ternyata adalah nama baru untuk Cable Vision. Rencananya koneksi internet tersebut mau disharing ke beberapa PC yang lain, ternyata setelah ditanyakan ke teknisi FM, tidak bisa. Secara teknis bisa dilakukan tetapi akan didisable oleh pihak FM. Bahkan untuk mengganti PC saja harus lapor dulu ke FM, lho …
Data-data:
Mulai aktif : 4 Febuari 2008, Account : 292297-1 (atas nama DVL), FA3, Fastnet 768Bps, Modem Motorolla (status pinjam). Provider : First Media, telp : 55777788, Fax : 55777477.  Cek bandwidth / speed : 10.255.2.3, cek mesin motorolla : 192.168.100.1

Mengikuti undangan InfoKomputer Forum 08

Kemarin, atas undangan InfoKomputer saya berkesempatan mengikuti InfoKomputer Forum 08 dengan thema : Guide to ICT Megatrend di Hotel Shangri-La. Beberapa pembicara dan topik yang dibahas di antaranya :
  • ICT Global Megatrend, yang dibawakan oleh : Handoko Andi, Analyst IDC Indonesia
  • Internet Megatrend, Community Based & Civil Journalism yang dibawakan oleh : Andrianto Gani, ICT Expert.
  • Communication Megatrend, Unifield Communication yang dibawakan oleh : Toni Hartono, Cisco.
  • Computing Megatrend, Blad Computing, Grid Computing dengan pembicara : Bobby Nazief, UI.
  • TI Infrastructure Revolution with Windows Server 2008, dibawakan oleh : Naren Wicaksono, Microsoft Indonesia.
  • Security Megatrend, Internal Protection, dibawakan oleh : Jim Geovedi, Security Expert.
  • Evaluasi Malware 2007, Trend 2008 dan antisipasinya, dibawakan oleh : Alfonso Tanuwijaya, Vaksincom

Sedikit catatan kesimpulan dari seminar tersebut adalah : Total belanja IT untuk tahun 2008 tidak jauh berbeda secara signifikan dibanding tahun 2007, dan porsi yang paling tinggi masih didominasi oleh belanja hardware, sedangkan services dan aplikasi masih sangat kecil.

Beberapa aplikasi nantinya akan mengarah ke berbasis web secara online, tidak lagi berada di PC, sepertinya halnya yang dikembangkan oleh Zoho – Online Apps.
Demikian juga dalam  hal media penyimpanan data, write once, scale anywhere, seperti yang dikembangkan oleh GigaSpaces Tecnnologies dan Amazon Web Services.
Internet Megatrend, tidak lepas dari kehadiran Web 2.0. Berbeda dengan generasi sebelumnya di mana kita jadi target dari siapa yang punya modal, sedangkan di web 2.0 kita tidak lagi sebagai target melainkan pelaku, kumpulan dari orang-orang yang masing-masing berkoloborasi, yang men-generate content, seperti : Face Book, Wikipedia, citizen journalism.
Informasi lengkap mengenai hasil ini akan disampaikan pada posting mendatang.