Arsip untuk April, 2008|Halaman arsip bulanan

Utiliti NetWare: VREPAIR

:VREPAIR, adalah salah satu utiliti pada NetWare yang berfungsi untuk memperbaiki server jika ada ketidakberesan pembacaan data dari volume harddisk.  Ketidakberesan tersebut akan diinformasikan pada konsol monitor selama proses booting NetWare.

Sintaks:

[Load] [path] VEREPAIR [Volume name] [log filename]

Contoh:

DISMOUNT VOL1 <enter>

Load VREPAIR <enter>

Akan tampil, 3 menu pilihan:

1. Rapair a volume

2. Set Verepair options

3. Exit

Pilih nomor 1, Repair a volume. 

Gagal ke Kopdar Bloggor

Kepada rekan-rekan Bloggor, saya mohon maaf tidak bisa hadir di acara Kopdar pertama, yang digagas oleh Bunda, Hangga dan Achoey. Sebetulnya pulang gereja saya sudah siap-siap naik TOL di depan Kelapa Gading  menuju Bogor. Tiba-tiba ada SMS masuk, yang menjelaskan bahwa di kantor saya ada staf Departemen Export-Import yang kebetulan ngantor, ternyata tidak bisa kirim data.

Terpaksa, hari Minggu ini saya harus ngantor dulu, dan baru selesai pukul 15.00 wib. Akhirnya rencana ke Bogor pun gagal.  :-(

Lain kali, kalau ada acara lagi, mudah-mudahan bisa ikut. 

 

Hank? Mungkin ada masalah dengan heatsink

Beberapa hari yang lalu saya sempat dipusingkan dengan kerusakan PC di salah satu staf di kantor. PC tersebut suka nge-hang. Semula diduga ada masalah dengan mainboard-nya. Sehingga mainboard tersebut harus saya cek di vendornya. Setelah diperbaiki (menurut vendor tersebut) mainboard di pasang kembali, dan digunakan oleh user. Selang beberapa lama, penyakitnya kambuh lagi. Setelah saya  cek ulang, ternyata kerusakan bukan pada mainboard melainkan pada heatsink.  Heatsink???

Biasanya masalah heatsink ini kurang mendapat perhatian jika ada kerusakan pada PC. Karena biasanya yang saya lihat pada pemeriksaan awal adalah jika kipasnya berputar, artinya normal. Rupanya perputaran kipas itulah yang tidak saya perhatikan. Padahal peranan heatsink sangatlah vital dalam menghalau panas yang terjadi saat prosesor sedang bekerja pada sebuah PC.

Dulu, seingat saya bentuk heatsink sangatlah sederhana. Dan jarang sekali timbul masalah.  Mungkin karena, menyesuaikan diri dengan perilaku orang dalam berkomputer. Kerja prosesorpun semakin berat, sehingga dibutuhkan heatsink yang sesuai dengan type prosesor.

Heatsink atau cooling device processor yang saat ini beredar di pasaran sangat beragam dengan bentuk yang unik. Harganya ketika dicek  ternyata cukup mahal, beberapa merek yang beredar di pasaran yang sempat saya intip di PC Media, di antaranya: Asus Silent Knight (Asus Indonesia) seharga US$ 60; Scythe Mine Cooler (Techno Solution) seharga US$ 49; Noctua NH-U12P (Fox Hound) seharga US$ 62.  Aneh!!! Harga heatsing koq hampir sama dengan harga sebuah mainboard?

Uji test dan rekomendasi yang dilakukan oleh PC Media, tidak ada yang saya pilih.  Saya lebih memilih yang murah meriah saja, seharga US$ 3 saja. Yaitu merek Oxygen Cooling Fan.  Saya masih tidak tahu apakah bagus atau tidak, kita lihat saja nanti. Pasti akan saya tulis.

Dimarahin Bos …

Ketika ijin pulang semalam saya ditegur oleh Pimpinan, terkait dengan adanya staf IT yang keluyuran dari meja ke meja, entah apa yang dikerjakan, kata Bos. Ketika saya jelaskan bahwa hal itu adalah instruksi saya untuk melakukan perbaikan dan pengecekan user yang: tidak bisa login, tidak bisa print, dan tidak bisa kirim e-mail, lalu ditanya apakah ada laporannya?. Saya jelaskan user tersebut belum membuat request. Nah … kena dech :-(

Sesuai prosedur, seharusnya memang user ajukan request untuk menyelesaikan apa yang menjadi masalah.  Baru kemudian ajukan ke IT. Karena untuk mempercepat terkadang saya melupakan prosedur tersebut. Ke depannya saya memang harus tegas, kepada siapapun, tanpa terkecuali, tidak ada request, tidak perlu dilayani. Bos benar, dan seharusnya memang begitu. Saya kurang tegas.

Menggesek terlalu keras, hilang dech …

Kemarin saya ke gerai Indosat di Kelapa Gading. Kebetulan saya ada masalah dengan HP saya, yang tiba tiba saja tidak bisa di isi ulang. Kenapa masalahnya?

Saya ingat, beberapa hari sebelumnya saya menggesek kartu voucher saya terlalu keras sehingga ada beberapa angka ikut hilang :D . Akhirnya saya coba mengira-ngira beberapa angka yang hilang tersebut. Dan rupanya sudah tiga kali coba tidak berhasil. Terpaksa saya harus mengganti voucher beberapa hari kemudian. Ketika diisi ulang itulah, rupanya kartu mentari saya sudah terblokir.

Sebagai pelajaran, lain kali saya akan lebih berhati-hati lagi. Saya memang orang yang tidak sabaran …

Menghadapi External Audit

Tidak terasa, ternyata sudah hampir 1 minggu tidak nge-blog.  Waktu ternyata berjalan sangat cepat, tanpa disadari.  Mungkin tertutup oleh banyaknya pekerjaan dalam beberapa hari terakhir ini, diantaranya: menghadapi external audit ISO 9001: 2000 di hari Senin (21/4). Departemen saya mendapatkan 1 NC, sehingga harus dilakukan perbaikan kembali, untuk menutup NC tersebut, khususnya masalah prosedur backup. Loh urusan backup, koq kena NC? Ya itulah, menurut auditor pekerjaannya sudah bagus (bahkan mengikuti trend perkembangan teknologi informasi), hanya saja pekerjaan tersebut adalah di luar prosedur. Artinya di luar kebijakan yang sudah tertulis dalam manajemen mutu. Jika memang ingin menerapkan teknologi yang baru tersebut, seharusnya dirubah dulu prosedur  yang lama.

Loh, kenapa juga masih ISO 9001:2000, kenapa tidak dirubah ke ISO 2001:2008? Sesuai informasi dari auditor, penggunaan ISO 2001:2008 baru akan diterapkan rencananya mulai bulan September 2008.

Repotnya jadi orang IT

 

Saya tahu, sebagian pembaca blog yang mampir di sini, ingin mengetahui kegiatan saya sebagai seorang IT. Kira-kira apa sih kegiatan hariannya?

Hari ini pekerjaan saya cukup banyak, di antaranya yang membuat saya sedikit stres, yaitu adanya complain dari customer ke sebuah departemen, tetapi efeknya ke departemen IT, karena lambatnya dalam memenuhi keperluan mereka.  Menurut saya, sebetulnya  ini bukan sepenuhnya kesalahan departemen saya. Kasus ini adalah kesalahan departemen yang bersangkutan. Salah sendiri, kenapa mereka lambat dalam melayani customer. Hanya karena kebetulan saat itu, PC yang digunakan oleh yang bersangkutan sedang diperbaiki. Jadilah mereka mengkambinghitamkan IT karena kelambatan tersebut. Padahal menurut saya ada PC  lain yang seharusnya bisa mereka pergunakan. Untuk apa ada jaringan jika pekerjaan mereka tergantung pada PC yang sedang rusak? Beruntung dalam hal ini, Pimpinan saya tidak terlalu mempersalahkan IT. 

Hanya sebagai catatan saja, bahwa kasus-kasus seperti ini sudah sering terjadi, yang diakibatkan oleh kesalahan sendiri. Tetapi karena mereka butuh alasan dan terdesak, akhirnya IT yang jadi sasaran.

Untuk kasus-kasus seperti ini, saya sudah menasehati rekan-rekan di Departemen IT, agar bermain cantik dalam melayani kebutuhan user. Jangan sampai terjebak, oleh karena salah dalam memberi penjelasan, atau salah dalam mengambil tindakan. Sehingga penjelasan kita justru diplintir untuk mencari selam

at pada orang tersebut di depan Pimpinan.

Halaman Berikutnya »