Arsip untuk Juli 19th, 2008|Halaman arsip harian

Teori Evolusi di Majalah PC Media

Baru kali ini, sebuah majalah komputer membahas masalah teori evolusi :-)  Opini tersebut ditulis oleh Bernaridho Hutabarat, seorang akhli business intelligence sekaligus pencipta bahasa pemrograman Nusa di halaman 25, PC Media edisi Agustus 2008, “Banyak Beriman”.

Saya termasuk orang yang salut dengan beliau, hebat, karena bisa membuat bahasa pemrograman Nusa yang sebelumnya bernama Batak. Salah satu contoh orang Indonesia, yang perlu ditiru kreatifitasnya. Tulisan ini tidak dimaksudkan akan mendiskusikan bahasa pemrograman tersebut, tetapi mendiskusikan apa yang ditulis beliau mengenai Teori Evolusi.

Meskipun hanya sebatas untuk menganalogikan sebuah Teori Evolusi dengan Teknologi informasi, saya tertarik untuk membahasnya. Dalam hal Teori Evolusi, sama dengan beliau bahwa saya juga termasuk orang yang tidak percaya Teori Evolusi. Namun demikian, tidak sedikit orang yang percaya terhadap kebenaran teori ini, sebagaimana perdebatan yang sampai saat ini masih berlangsung di sebuah milis evolusi. 

Bisa jadi postingan ini pun akan mendapat tanggapan yang beragam, yang pro dan kontra, yang tentunya dengan alasan yang berbeda-beda. Teori evolusi adalah sebuah kepercayaan. Dan saya termasuk orang yang sama dengan penulis tersebut. Tidak percaya. 

Sebuah pengalaman pribadi Charles Darwin dalam sebuah expedisi. Sebuah teori yang tidak dibangun oleh kaidah-kaidah ilmiah sebagaimana lazimnya. Tetapi anehnya diajarkan di sekolah-sekolah justru digambarkan sebagai seolah-olah fakta ilmiah, yang harus dituruti. Meminjam bahasa Bernaridho bahwa kita hanya perlu beriman saja, tidak perlu membantah, compliance, patuh.  

Padahal dari semula teori ini memang sudah banyak yang membantah, bahkan ditentang. Dan untuk menghindari pertentangan itu, ketika ada orang yang mengatakan bahwa manusia berasal dari kera. Pastilah akan dijawab bahwa Darwin tidak pernah mengatakan bahwa manusia keturunan dari kera.

Ini adalah salah satu contoh Kasus  dari riak-riak kecil perbedaan pandangan tersebut. Kebanyakan orang menganggap bahwa manusia berasal dari Kera, kesalahannya dimana? Menurut saya memang sengaja kebanyakan orang dibingungkan. Di satu sisi dijelaskan bahwa Darwin tidak pernah menjelaskan hal tersebut, tetapi di sisi lain, dijelaskan bahwa manusia seketurunan dengan makhluk yang memiliki rahang yang menonjol, dahi yang agak kebelakang, dengan cara jalan yang menjuntai. Benar, tidak disebutkan sebagai keturunan kera, melainkan keturunan seperti ciri-ciri tersebut di atas. Lha makhluk apa yang bentuknya seperti itu? Tentu untuk merepresentasikan ciri-ciri itu yang paling gampang adalah “kera”.

Tidak salah jika orang beranggapan seperti itu, sebaliknya kaum evolusionis pun tidak seharusnya menyangkal tehadap pernyataan-pernyataan seperti itu. Dalam beberapa kasus ketika Teori Evolusi semakin terdesak, oleh penemuan-penemuan yang terbaru yang membuktikan ketidakbenaran teori evolusi, justru cara menjawab orang-orang evolusi (evolusionis) pun berevolusi pula.  Contoh lain, sebagaimana contoh kasus-kasus Eugene Dubois dengan penemuan Homo erectus nya. Ketika orang mempermasalahkan kasus penemuan tersebut, maka orang evolusi pun akan menyangkal pula, dengan pernyataan bahwa: Eugene Dubois bukanlah tokoh sentral atas penemuan tersebut di Sangiran, bahkan penemuannya pun tidak dianggap sebagai bukti penting (lihat : tulisan Kompas tgl 13 Juni 2008, hlm 47). Kebanyakan orang pasti akan tercengang dengan hal ini, karena kebanyakan kita yang pernah belajar Sejarah, tentu kita tahu, siapa itu Eugene Dubois.

Padahal tulisan Kompas itu, hanyalah bersumber dari Draf Disertasi Bambang Sulistianto. Pertanyaannya, bolehkah sebuah draft bisa langsung dipublikasikan, sebagai sebuah kebenaran? Banyak kasus-kasus seperti ini yang ada di dalam teori evolusi. Tidak sedikit pula bukti-bukti Teori Evolusi hanyalah didasarkan pada kesepakatan-kesepakatan semata. Karena yang bersepakat itu adalah orang-orang yang disebut pakar, itu dijadikan sebagai bukti.

Saya termasuk orang setuju dengan pendapat Pak Taufikurahman seorang yang sudah memulaikan untuk merubah paradigma pengajaran evolusi di mata pelajaran Biologi. Sudah waktunya pelajaran-pelajaran biologi di sekolah-sekolah  direformasi. Buku Darwin bukanlah sebuah kitab suci, sudah waktunya kita tidak patuh kepada teori tersebut.

Transaksi online perdana

Kemarin, tanggal 17 Juli 2008 adalah kali pertama adanya transaksi di toko online saya, sejak diluncurkannya awal Juli lalu. Selama ini memang masih belum ada pengalaman bagaimana cara menghadapi pengunjung yang menanyakan segala sesuatu mengenai suatu produk tertentu.  Beberapa kendala yang masih dihadapi dalam berdagang secara online adalah, masalah kepercayaan.

Tentu, dengan total transaksi senilai Rp 15.200.000,- , mana ada orang yang berani mentransferkan uangnya lebih dulu, sebelum barangnya mereka terima :D .Tetapi akhirnya kami berhasil meyakinkan pembeli sehingga terjadilah transaksi. Sebuah langkah awal yang seharusnya dapat menjadi pemicu untuk tetap semangat membuka toko online.

Kebanyakan pembeli nampaknya memang masih belum terbiasa untuk bertransaksi secara online, sehingga keberadaan toko offline rupanya masih tetap  diperlukan (hanya sekedar untuk meyakinkan pembeli). Padahal saya menutup toko offline, karena ingin membuka secara online.

Penjualan secara offline tentu akan lebih mahal karena, banyak biaya yang akan dibebankan kepada produk yang akan dijual. Sedangkan dengan toko online tentu biaya-biaya sewa tempat, biaya kebersihan, biaya keamanan, biaya listrik, dsb tidak ada. Sehingga harga barang menjadi jauh lebih murah.

Siapa blogger lain akan menyusul?