Arsip untuk Juli 31st, 2008|Halaman arsip harian
Benarkah Ryan Pembunuh “Berantai”?
Pastilah sudah banyak blog yang membahas tentang kasus yang menghebohkan di tahun 2008 ini. Siapa sih yang enggak kenal, sang algojo yang berasal dari Jombang ini?. Beberapa surat kabar nasional sudah beberapa kali memberitakan dalam head lines news-nya. Selain sebagai pembunuh, ternyata dia juga dikenal sebagai orang yang memiliki orientasi sexual yang menyimpang, gay.
Saya ingin menulis masalah si Very Idam Heryansyah atau yang lebih dikenal dengan Ryan ini tetapi dari sisi predikat dia sebagai pembunuh “berantai”. Ada pertanyaan yang menggelitik dalam benak saya, mengenai kosa kata penggunaan “berantai”. Benarkah dia seorang “pembunuh berantai”?. Pengertian saya yang disebut berantai adalah: katakan saja ada manusia yang bernama A(mir) – B(udi) – C(andra) – D(ido), dan seterusnya. Maka yang disebut pembunuhan berantai menurut saya adalah: Dido dibunuh oleh Candra, dan Candra dibunuh oleh Budi, selanjutnya Budi dibunuh oleh Amir.
Atau minimal yang disebut rantai, paling enggak ada satu mata rantai, katakan saja, misalnya si Amir menyuruh Budi untuk membunuh Candra , tetapi Amir juga menyuruh Dido untuk membunuh Budi dan terakhir Dido yang dibunuh oleh Amir. Dalam kasus ini jelas mata rantainya.
Nah, dalam konteks kasus Ryan apakah memang seperti itu? Atau pengertian saya yang keliru dalam mendefinisikan “berantai”?
Tetapi jika pelaku tunggalnya hanya si Ryan, maka lebih tepat kalau dia disebut sebagai pembantai saja. Bukan pembunuh berantai, bener enggak ya? Sebab kalau memang disebut berantai, sebetulnya rantainya yang mana? kalau membunuh berkali-kali, apa bisa disebut berantai.
Sempat saya mendiskusikan masalah pengertian “berantai” ini dengan kawan-kawan di kantor. Tetapi saya tetap kekeuh pada pendapat saya.
Bagaimana pendapat para blogger? Jangan-jangan saya nya yang rada *error sendirian* he he he…
Komentar (24)