Arsip untuk Mei, 2009|Halaman arsip bulanan
Definisi Pembajakan menurut BSA
Apa yang dimaksud dengan pembajakan menurut BSA (Business Software Alliance)? Berikut ini saya copy pastekan dari situsnya BSA yaitu sebagai berikut:
Pembajakan piranti lunak adalah penyalinan atau penyebaran secara tidak sah atas piranti lunak yang dilindungi undang-undang. Hal ini dapat dilakukan dengan penyalinan, pengunduhan, sharing, penjualan, atau penginstallan beberapa salinan ke komputer personal atau kerja.
Secara sederhana, membuat atau mendownload salinan tidak resmi dari piranti lunak adalah tindakan melanggar hukum, tidak peduli berapa banyak salinan atau berapa orang yang terlibat.
Membuat beberapa salinan untuk teman, menyewakan disk, mendistribusikan atau mendownload piranti lunak bajakan dari internet, maupun membeli satu program piranti lunak dan kemudian menginstalnya pada beberapa komputer, ini termasuk pembajakan.
Tidak peduli apakah Anda melakukannya untuk menghasilkan uang atau tidak, jika perusahaan Anda tertangkap menyalin piranti lunak, Anda dapat dituntut secara perdata dan pidana. Denda perdata dapat mencapai Rp 500 juta per program piranti liunak yang dibajak.
Menerima Surat dari BSA
Kemarin kantor saya dapat surat dari BSA (Business Software Alliance). Perihal: Pentingnya Legalisasi Software Perusahaan Sebelum Terlambat, yang ditandatangani oleh perwakilannya di Indonesia tertanggal 11 Mei 2009. Menurutnya, banyak perusahaan yang sampai saat ini tidak mengatur / menjadikan software sebagai aset yang penting dan banyak perusahaan yang masih secara tidak bertanggungjawab menggunakan software ilegal dan bajakan sebagaimana diatur dalam Undang Undang No. 19 tentang Hak Cipta (UU Hak Cipta).
Berdasarkan UU tersebut bagi pelanggar akan dikenai hukuman pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 500.000.000,- (lima ratus juta rupiah).
Dijelaskan pula bahwa dalam mendukung upaya pemerintah untuk memerangi pembajakan software, BSA akan bekerjasama dengan Kepolisian Republik Indonesia, akan meluncurkan program “audit dan sertifikasi” yang dinamakan PIAGAM HKI. Dengan adanya program ini, perusahaan yang telah disertifikasi, dapat merasa tenang karena mereka hanya menggunakan software asli dan sesuai dengan Undang Undang.
Atas surat tersebut, ada perasaan yang menggelitik: Mengapa harus merasa tenang jika sudah “disertifikasi” ? Bukankah akan menjadi lebih tenang jika memang kita sudah menggunakan software yang benar-benar original. Kalau memang sudah menggunakan software yang original, mengapa harus menjadi tidak tenang? Mengapa juga butuh “sertifikasi”? Apa tidak aneh inisiatif mengeluarkan PIAGAM HKI ini?
Hari ini, akan saya coba tanyakan ke BSA perihal ini.
Ada “bonus” virus di Majalah Komputer
Sudah lama sebetulnya beredar isu, bahwa ada CD dari sebuah majalah computer yang sering mengandung virus pada CD yang dia sertakan. Bahkan bukan pada CD nya saja tetapi juga pada salah satu website dari group dari perusahaan tersebut, disinyalir ikut menyebarkan virus. Dibuktikan kata sebuah postingan di sebuah blog, kalau sudah berkunjung situs tersebut, dan sesudahnya discan dengan antivirus lain, ternyata kedapatan virus di PC nya.
Saya sendiri pernah mencoba untuk membuktikan kebenaran berita tersebut, setahun yang lalu, khususnya pada antivirus buatannya. Dan memang, antivirus tersebut ketika discan menggunakan antivirus yang lain, selalu dianggap sebagai virus. Memang aneh. Koq antivirus dianggap sebagai virus. Sehingga saat itu, saya memang tidak lagi menggunakannya untuk keperluan men-scan PC-PC yang saya maintenance. Dan saya juga tidak lagi memperpanjang berlangganan majalah tersebut sejak saat itu. Dan saya juga tidak ingin menjatuhkan reputasi dari majalah tersebut. Dengan tidak ikut-ikutan menulis apapun diblog ini. Biarkan itu menjadi catatan saya sendiri. Dan saya berharap bahwa apa yang saya lakukan sebelumnya mungkin saja keliru.
Sesudah satu tahun tidak berlangganan, dan saya kembali berlangganan majalah tersebut. Yah, untuk pembelajaran buat staf saya di Departemen IT termasuk juga pencerahan buat saya tentunya. Dan tak lupa juga menjajal antivirus yang disertai majalah tersebut. Terlebih saya memang sedang menghadapi beberapa permasalahan dengan virus di kantor.
Tetapi rupanya, majalah tersebut masih saja memberikan “bonus” virus / trojan / spyware di CD yang menyertai majalah tersebut. Sehingga dengan berat hati saya harus menulis ini.
Ketika saya cek dengan menggunakan Norton Antivirus 2009, ternyata di CD (edisi 06 2009) tersebut terdeteksi: Spyware e.RemPSteal, yaitu pada direktory:

Atas kasus ini, saya benar-benar menjadi curiga, jangan-jangan memang benar seperti yang dikatakan isu yang ditulis pada beberapa blog lain, bahwa virus-virus yang beredar di Indonesia ini justru berasal dari majalah tersebut? Atau paling tidak terkait dengan kepentingan majalah tersebut?
Harapan saya semoga saja tidak, dan jika memang benar, saya berharap, hentikan cara-cara tersebut yang hanya demi mengeruk keuntungan sesaat dengan merugikan orang lain, sekaligus menjatuhkan reputasi majalah tersebut.
Si Yuyun Cantix itu, sudah habis dibasmi
Sungguh menjengkelkan!
Sebab dalam beberapa hari terakhir ini, banyak workstation di kantor saya, terkena virus Yuyun.VBS ini. Walaupun enggak begitu ganas, alias biasa-biasa saja, virus yang katanya buatan orang lokal, tetap saja mengganggu.
Ciri kehadiran virus ini, yaitu dengan adanya shortcut Harry Potter di dalam folder, dan Yuyun_cantix di dekstop, dsb. Sehingga computer akan terasa lambat. Dan tanda-tanda inilah yang banyak sekali ditemui di beberapa PC yang terhubung ke LAN, di kantor saya.
Cara kerjanya, ia membuat file auto.exe yang berisi script untuk autorun.inf, thumb.db, microsoft.lnk, dan new folder.lk. yang selanjutnya dicopykan ke setiap folder di computer target, termasuk removable drive. Dan dengan cara yang sama, virus ini membuat file induk kembali pada shortcut di direktory document yang juga berisi autorun.inf, thumb.db dan membuat file database.mdb. Selanjutnya membuat shorcut kembali tetapi dengan nama sesuai nama direktori yang ada didirektori Mydocument.
Jadi virus ini akan :
1. Membuat seluruh folder menjadi shortcut Ada beberapa nama shortcut yang dimunculkan Yuyun.vbs, di antaranya: New Harry Potter, New Folder, SuratQ, Game, Download, dsb.
2. Membuat folder di desktop dengan nama: Yuyun_cantix, yang tidak bisa dihapus.
Penyebaran virus ini ternyata cukup luas di Indonesia. Tetapi cukup gampang juga memusnahkannya. Beberapa di antaranya dengan menggunakan SMADAV, ANSAV dan juga PCMAV. Sedangkan penggunaan Norton 2009 ternyata tidak begitu manjur, tidak terdeteksi.
Semula saya sempat terkecoh juga dengan keberadaan file thumbs.db ini. Setahu saya file ini digunakan Windows sebagai cache informasi file gambar pada direktory yang mempunyai gambar tersebut. Enggak tahunya itu adalah file virus.
Berikut caranya, matikan lebih dulu file wscript.exe yang sedang running. File ini adalah compiler windows yang digunakan untuk menjalankan script. Caranya yaitu tekan tombol ctrl+alt+del berbarengan sehingga masuk ke Task Manager, cari file wscript.exe, pilih end proses.
Sedangkan untuk menghapus shortcut Yuyun_cantix itu, hapus keynya di regiter editor, klik HKEY_CLASSES_ROOT, cari CLSID, cari lagi yang namanya {111111-2222….}, sampai ketemu yuyun_cantix, hapus keynya. Selanjutnya bisa dihapus shortcut tersebut.
Facebook: Ketika masa lalu begitu dekat
Sudah semingguan ini saya punya <em>mainan</em> baru, Facebook. Entah sihir apa yang membuat saya menjadi keranjingan. Yang pasti melalui facebook ini, teman-teman SMP Negeri 91 Jakarta, SMA Negeri 39 Jakarta, tiba-tiba saja bermunculan. Saat saat indah dulu, kembali terngiang dalam ingatan, seolah peristiwa demi peristiwa baru saja terjadi kemarin, ahhh… betapa indahnya masa-masa itu.
Dua puluh tiga tahun sudah berlalu, banyak waktu yang tiba-tiba saja hilang, dan saya pun sibuk dengan urusan kuliah, masing-masing berjuang demi hari esok dan masa depan yang lebih baik. Dan pergumulan pun dimulai. Apakah jadi orang? atau jadi gelandangan!
Dan sekarang tiba-tiba saja banyak kawan-kawan dulu muncul namanya di account facebook, foto-foto jadulpun bertebaran. Sadar, ternyata kemajuan teknologilah yang akhirnya menyatukan kita, masa lalu dengan masa kini. Ternyata dunia itu benar-benar seluas daun kelor, sempit. Itu jargon jadul, dibuat ketika computer belum diciptakan.
Intip sana, intip sini, ternyata banyak kawan-kawan yang sudah berhasil jadi “orang”, ada juga kabar kawan-kawan yang sekarang sudah almarhum. Jadi orang? Ya, saya sebut jadi orang, walaupun yang saya maksud jadi orang itu adalah kalau sudah punya account di facebook. Paling tidak dia sudah punya duit untuk membiayai koneksi ke internet. Jadi orang, kalau dia mengirimkan postingannya dari mobile facebook. Jadi orang, kalau dia mengabarkan lulusan perguruan tinggi anu. Jadi orang, kalau dia sudah jadi pengusaha anu. Jadi orang, kalau sudah berkeluarga dan punya anak. Jadi orang, kalau sudah punya rumah. Jadi orang, kalau sudah menjadi pejabat publik. Jadi orang, kalau sudah punya pekerjaan di sebuah perusahaan yang keren. Yah, pokoknya … minimal, kalau saya berhasil menemukan nama mereka di facebook ini, artinya dia sudah berhasil jadi orang. Walaupun bisa jadi, dia buat account di warnet, atau mencuri-curi waktu di kantor walaupun sudah dilarang. Paling tidak, dia jadi orang, karena sudah melek teknologi.
Melek teknologi informasi untuk orang seumuran saya dengan anak-anak sekarang beda loh. Bisa jadi, aplikasi-aplikasi berbasis internet tersebut untuk anak-anak sekarang hal yang sangat biasa, wajar, lahir pun sudah dibantu melalui teknologi komputer. Tentu akan menjadi luar biasa untuk orang seumuran saya, yang kala itu, hanya mengenai mesin ketik, dan masih terasa aneh dengan apa yang namanya “computer”. Jadi kalau muncul di facebook, ini benar-benar luar biasa, pastinya jadi orang.
Hidup ini terasa singkat, seolah baru saja “kemarin” ketemu, ngobrol di kantin belakang sekolah dengan terpingkal-pingkal, karena berhasil ngibulin guru Agama ketika menanyakan, “coba sebutkan macam-macam minuman keras?”. Di jawablah oleh seorang kawan, “Preston, Castrol, dsb
Itu adalah salah satu memory yang masih saya ingat.
Hey, kenapa tiba-tiba saya bisa terjerumus di Facebook? Ini gara-gara si Netty, yang membuatkan account saya di website tersebut. Padahal saya sendiri sebetulnya kurang begitu menyukai aplikasi jaringan pertemanan tersebut. Wong saya tidak terbiasa bergaul koq. Tentu saya tidak bisa membiarkan seluruh staf di kantor berlomba-lomba membuat account, di tengah-tengah kapasitas bandwidth yang sudah mulai morat marit.
Maapin bos, biar saya saja yang punya account facebook, yang lain tidak boleh
Dasar!!!
Antara Otak dan Otot, mana yang dipilih?
Menarik, tontonan acara RCTI, malam minggu yang lalu, The Master. Final yang mempertemukan antara Joe Shandy dengan Limbad adalah suguhan yang memang saya tunggu-tunggu. Kedua nya memiliki “aliran” yang berbeda, boleh dibilang Joe Shandy lebih kearah permainan otak, sementara Limbad kearah permainan otot. Keduanya sama-sama menarik, meskipun pada “aliran” yang berbeda. Sehingga menurut saya, seharusnya keduanya tidak bisa “diadu” karena perbedaan type permainan tersebut. Kalaupun pada akhirnya dipertarungkan, tinggal hanya faktor suka dan tidak suka saja. Dan polling sms lah yang akhirnya menentukan. Nah, justru di sini lah yang lebih menarik perhatian saya, bukan pada kedua figur tersebut, melainkan lebih kepada, bagaimana penilaian masyarakat terhadap kedua master tersebut. Mana yang lebih disukai masyarakat kita, otot ataukah otak? Ternyata dari polling sms, masyarakat lebih memilih otak ketimbang otot. Meskipun dengan perbedaan persentase yang sangat kecil. Saya memang suka Limbad, tetapi melihat aksi-aksinya, buat saya mengerikan. Berbeda dengan Joe Shandy, yang memang luar biasa pintarnya, sehingga menarik untuk ditonton. Keduanya pantas menyandang The Master, hanya faktor otot dan otaklah yang akhinya menjadi penentu, mana yang lebih disukai.
Maaf, sudah lama enggak ngeblog
Sudah lama enggak update blog ini. Ternyata banyak komentar yang belum saya jawab, untuk itu saya mohon maaf.
Ada beberapa alasan, kenapa saya tidak update-update? Di antaranya karena kesibukan pekerjaan, ya… namanya masih kuli, menyelesaikan pekerjaan adalah prioritas utama, hal lain adalah mengikuti beberapa milis yang cukup “berat” seperti halnya evolusi dan proletar. Untuk proletar saya sudah meng-unregister, tinggal evolusi saja yang masih saya ikuti. Milis yang sangat menyita waktu, penuh perdebatan, dan butuh referensi yang akurat. Jelas, ini sangat menyita waktu.
Terkadang saya juga suka malu dengan tulisan saya sendiri yang saya posting di blog. Sehingga enggan untuk melihat hasil tulisan saya sendiri. Perlu waktu untuk melarikan diri dari perasaan malu tersebut. Sehingga untuk beberapa saat blog ini menjadi terbengkalai.
Banyak kegiatan penting yang seharusnya terecord, menjadi luput, di antaranya: meninggalnya seorang kawan baik ketika saya kuliah dulu, Afrial; Perjalanan backpacker saya ke 3 negara di Asia Tenggara, Thailand, Malaysia, dan Singapore; Pertandingan bulu tangkis dengan kantor tetangga; Jalan-jalan dengan orang tua dan mertua ke Ciater; Membuat milis komunitas Shipping Forwarding Community; Membuat account di Facebook; dan kejadian terakhir, di bannednya saya dari keanggotaan milis backpacker hanya gara-gara sharing informasi biaya ke suatu daerah, dan ternyata salah satu moderatornya (yang punya milis) bergerak di bidang traveling … he he he … ya di bredelah …
Saya akan coba aktif lagi menulis …
Tinggalkan sebuah Komentar
Komentar (2)
Komentar (3)