//
you're reading...
Uncategorized

Menghadiri Speedy Customer Gathering

Kemarin (15/2/08), saya mengikuti undangan Speedy Customer Gathering dari Telkom Divre II Jakarta Utara di Hotel Mercure, Ancol. Acara yang dimulai pkl 18.00 wib, berakhir hingga pkl 22.00 wib. Acara ini diisi dengan talkshow  yang menampilkan nara sumber dari : Wali Kota Jakarta Utara, H. Effendi Anas,  YLKI, pelaku industri, dan  Telkom ini dimoderatori oleh  Aming “Bagito” Gumelar.
Acara dimulai dengan sambutan oleh Walikota Jakarta Utara dan Kepala Divre RE II, Jakarta Utara.  Kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan MOU untuk PKS Schoolnet 15 SMP se Jakarta Utara. Baru kemudian acara talkshow.  
Beberapa konklusi yang dapat saya catat dari talkshow tersebut, di antaranya adalah :
H. Effendi Anas, mengakui bahwa di kantor Wali Kota Jakarta Utara meskipun internet sudah diimplementasikan, tetapi masih belum secara signifikan memacu kinerja birokrasi. Beberapa hal yang masih harus dibenahi di antaranya adalah pendekatan edukasi di kalangan pegawai kantor dan pendekatan IT.
Namun demikian dengan adanya internet yang diprovide oleh Telkom – Speedy, mau tidak mau Pemda Jakarta Utara “dipaksa” untuk  lebih meningkatkan kinerja dan mejadi agen perubahan sebagai salah satu cyber city di DKI Jakarta.
Menurut YLKI,  ada beberapa keluhan pelanggan yang perlu disampaikan di antaranya adalah : nasib pelanggan perorangan yang kurang mendapat perhatian dari Telkom. Sehingga ketika harus berurusan dengan Telkom, harus menggunakan management ngotot. Kecepatan technical support dalam menanggapi keluhan pelanggan dirasa sangat lambat.
Dijawab oleh Telkom, bahwa masalah kelambatan ini akan di declare dengan management janji.
Keluhan-keluhan pelanggan sendiri, sebetulnya bisa dibagi menjadi :
Persoalan dimulai dari Apply, customer received. Behavior, seperti apa? dan ini harus diedukasi. Dan perjalanan selama berlangganan, evaluasi. Juga hambatan-hambatan yang bersifat non teknis seperti : Aturan-aturan, antara : Telkom – pelanggan, Telkom – birokrasi.
Menurut YLKI, masalah edukasi ini, siapa sebetulnya yang harus bertanggungjawab?
Menurut Telkom adalah tanggungjawab bersama, Telkom sendiri sudah melakukan langkah-langkah edukasi yang dimulai dari go to school, go to campus, dsb.
Lebih lanjut, menurut Telkom bahwa : Jaringan telepon hingga box di setiap rumah adalah tanggungjawab Telkom. Sedangkan dari box ke dalam rumah adalah menjadi tanggungjawab pemilik rumah.
Beberapa persoalan yang saya hadapi, termasuk tidak adanya tagihan dari Telkom, menurut Telkom nantinya akan dilakukan dengan cara prepaid.
Acara berakhir pada pkl 22.00 wib dengan pembagian hadiah beradasarkan undian nomor undangan. 
Semoga saja, janji-janji Telkom untuk meningkatkan kinerja segera terwujud.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

Blog Stats

  • 443,387 hits
Februari 2008
S S R K J S M
« Okt   Mar »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829  
%d blogger menyukai ini: