//
you're reading...
Uncategorized

“Mojok” di Gramedia Matraman

Pulang kebaktian, anak-anak sudah merengek minta diajak jalan-jalan ke Gramedia Matraman, minta dibelikan buku. Sebulan sekali memang sudah saya jadwalkan ke toko buku tersebut.  Walaupun tanpa dia minta, sebetulnya saya memang berencana ke situ. Kebetulan saya menjadi anggota NGI (National Geographic Indonesia) sejak  tujuh bulan yang lalu, seharusnya setiap pembelian buku mendapat diskon sekitar 10%. Anehnya, kartu tersebut selalu lupa saya bawa, padahal sudah tujuh kali beli L.

Toko buku tersebut memang menarik untuk dikunjungi, bahkan anak-anak saya pun menjadi kecanduan, tempatnya nyaman, sangat luas, dan lengkap koleksinya. Kabarnya, merupakan toko buku terbesar se Asia Tenggara.  Layanannya pun agak lebih ramah. Dulu pengunjung tidak diijinkan membaca buku di antara lorong-lorong rak. Kalaupun boleh harus membaca sambil berdiri, dilarang jongkok. Emang enak, lagi enak-enak baca, disuruh berdiri? AC nya pun tidak terasa dingin. Saya tidak tahu persis, apakah disengaja suhunya dibuat agak panas ataukah memang rusak. Kalau memang rusak, koq sampai berbulan-bulan. Huh … gerah banget!

Sekarang agak lebih nyaman, ada toilet di lantai 3, walaupun muatnya hanya untuk satu orang J, juga sudah disediakan tempat-tempat “mojok” untuk membaca.  Saya lihat banyak sekali pengunjung yang asyik membaca, seperti layaknya di perpustakaan.  Nyantai banget, ada yang sambil tiduran, tengkurap, lesehan dsb. Saya yakin, Gramedia tidak akan rugi dengan banyaknya orang-orang yang “mojok” tersebut. Toh, keuntungan yang diraup dari penjualan buku sudah sangat besar, apa salahnya menyisihkan sedikit keuntungan dengan membiarkan orang-orang yang yang tidak mampu untuk ikut membaca. Dan seharusnya itu, bukan merupakan kerugian, justru akan mengangkat citra Gramedia sendiri yang tidak hanya profit oriented  semata. Beberapa diantaranya pun tidak melulu hanya mojok, paling tidak dua atau tiga buku bahkan lebih mereka beli. Buku yang  dibaca ditempat, bisa jadi tidak begitu penting dibeli tetapi ingin dibaca. Semoga saja kenyamanan “mojok” tidak diusik oleh peraturan baru.

Seperti biasa, setiap kesana selalu memperhatikan yang menjadi best seller di toko tersebut. Saat ini yang berada di urutan pertama untuk katagori buku import adalah karangan Robert Kiyosakhi (saya lupa judulnya) sedangkan untuk katagori buku lokal adalah buku Laskar Pelangi (untuk yang ini saya lupa penulisnya). Kedua buku tersebut belum saya miliki, karena saya tidak begitu setuju dengan pendapat-pendapat Robert Kiyosakhi. Sedangkan Laskar Pelangi, inginnya memiliki tetapi sepertinya tidak ada waktu untuk membacanya. Tetapi saya tidak keberatan kalau kebetulan sipenulisnya membaca blog ini dan mengirimkannya ke saya, pasti akan saya baca J

Bulan ini memang tidak banyak buku yang dibeli, mengingat buku yang dibeli bulan lalu saja belum ada yang dibaca,  bahkan masih ada yang terbungkus plastik J. Hanya 3 judul, yaitu: Tuhan tidak pernah tidur (Esai Kearifan Pemimpin) karangan Sukardi Rinakit; Bedah total Server, karangan Gita Surya Wijaya;  dan The Spiderwick Chronicles (Panduan Lapangan, Buku kesatu) karangan Tony Diterlizzi dan Holly Black.  Saya memang hobi mengoleksi buku, bukan berarti hobi membaca buku. Tetapi dengan keberadaan blog ini, sengaja saya benturkan kebodohan tersebut, sehingga mau tidak mau saya harus membaca, dan selanjutnya menuliskan “resensinya” diblog. Sengaja saya beri tanda kutip, karena sesungguhnya ini adalah resensi gaya saya, saya tidak tahu bagaimana teori menulis sebuah resensi yang benar. Nantilah saya beli bukunya  … he he he…

Note: tulisan ini, saya posting juga di http://baca-buku.blogspot.com.

Diskusi

5 thoughts on ““Mojok” di Gramedia Matraman

  1. Duh, kemarin saya juga mojok di gramedia sana mas … mencari buku “perempuan di titik NOL” by Nawal yang sampe sekarang belum ketemu, koq kita gak ketemu yah?

    Iya ya? Koq gak ketemu? Apa waktu itu kamu pake baju merah?😀

    Posted by Rindu | April 14, 2008, 7:20 am
  2. kok kemaren ga ketemu mas ?
    Padahal sam2 ke gramedia…
    * ya iya lah… wong saya ke gramed yg di pajajaran hero bogor* 😆

    Memangnya beli buku apa’an? Kamu kan cuma numpang baca doang😀

    Posted by Menik | April 14, 2008, 9:13 am
  3. ihiiyyy… yang mojok..
    cuit cuit…
    he he😆

    laskar pelangi-nya mo pinjem dari saya, mz? tapi saya pinjem buku mz yang lain, ya…
    *he he, ada maunya😛 *

    Yee, saya sih gak mojok, beli lah … kecuali si Bunda itu, cuma numpang baca doang, udah gitu pulang.😀 Gak ada yang dibeli.
    Boleh… saya ada beberapa koleksi majalah “Bobo”😀

    Posted by presty larasati | April 14, 2008, 1:21 pm
  4. enak banget yah kalo anak-2 sudah tertarik ama buku, membuat mereka minat akan membaca dan mencari pengetahuan.

    thanks

    Iya, siapa dulu dong Bapaknya ….😀
    Buah jatuh gak jauh dari pohonnya, betulkan?

    Posted by Robby | April 16, 2008, 9:28 am
  5. Saya blogger pemula nih pak, baca artikel-artikel bapak jadi nambah inspirasi untuk nulis lebih banyak lagi. Saya juga seneng baca, sayang di Sukabumi ga ada gramedia yang komplit banget, cuma ada toko buku yang kecil. Eh, kunjungi blog saya ya Pak, kusumayanti.wordpress.com. Saya mohon saran dari bapak. Makasih.

    Posted by kusumayanti | Agustus 26, 2008, 2:25 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

Blog Stats

  • 443,412 hits
April 2008
S S R K J S M
« Mar   Mei »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  
%d blogger menyukai ini: