//
you're reading...
Internal

Tahun 2010, kebutuhan tenaga IT akan berkurang?

Tulisan ini untuk mengkalirifikasi komentar saya di Blognya Pak Arry Akhmad Arman, mengenai IT Plan. Semula saya tulis bahwa di tahun 2010, tenaga IT tidak lagi dibutuhkan. Sebetulnya maksud saya tepatnya adalah berkurang!.

Mengapa berkurang? Inilah yang saya mau tulis.  Ada 2 alasan yang melatarbelakangi kenapa kebutuhan tenaga spesialis IT menjadi berkurang dan kenapa di tahun 2010?.

Alasan pertama, sebagaimana prediksi Gartner dalam Gartner Predict 2006 Special Report, bahwa tahun 2010, pasar kerja tenaga IT akan berkurang hingga 40%. Alasan kedua, hasil survey majalah Computer World  belum lama ini menunjukkan bahwa, pada tahun 2010  yang dibutuhkan justru bukan tenaga IT dibidang teknis.

Lalu, bagaimana sikap orang-orang yang sudah menjadi orang IT dalam menyikapi prediksi Gartner tersebut. Ada 2 pilihan: Menyingkir alias bekerja pada bidang lain yang tidak ada kaitannya sama sekali dengan IT atau berevolusi, menyesuaikan diri dengan tuntutan kebutuhan pasar. Tulisan ini hanya ingin membahas pilihan kedua,  berevolusi dan mengikuti arah perubahan kebutuhan tersebut. Evolusi itupun tidak saja dari sisi orang-orang IT yang saat ini berkutat dengan pekerjaan tersebut, juga system dan institusi pendidikan yang sebelumnya membidani  kelahiran tenaga-tenaga IT.

Mengapa perlu evolusi?

Pada awalnya fungsi IT di sebuah perusahaan adalah sebagai cost center. Hal yang lazim sebagai tahap awal evolusi, yaitu otomatisasi dari proses-proses manual. Dengan harapan tentunya, dapat menekan sebesar-besarnya biaya overhead, dengan tujuan meningkatkan profit perusahaan. Lalu, ketika otomatisasi sudah berjalan, lalu apa yang akan dilakukan oleh orang-orang IT? Bisa jadi menjadi pengangguran di dalam perusahaan. (Atau sok sibuk di depan computer, padahal Cuma nge-blog …😀 )

Seiring dengan berjalannya waktu, bahasa pemrograman silih berganti yang lama mulai ditinggalkan yang baru bermunculan. Kode-kode program dan pembuatan script tidak lagi dibutuhkan, karena sudah dipermudah dengan antar muka berbasis grafis. IT hanyalah tools dalam mempermudah pekerjaan, tidak lagi menempati posisi strategis di sebuah perusahaan. Akibatnya perusahaan akan melakukan control ketat terhadap IT. Biaya yang mahal terhadap IT akan berdampak pada daya kompetitif perusahaan. Karena customer akhirnya yang akan ikut membiaya IT di internal perusahaan tersebut. Sehingga sangat mungkin perusahaan akan lebih memilih strategi outsourcing, ketimbang memelihara orang-orang IT, apalagi jika orang IT itu hanya punya kemampuan secara teknis saja, tanpa disertai kemampuan yang lain (kayanya gue banget).

Arah Evolusi

Sudah saatnya seorang IT merubah paradigma dari seorang IT yang spesialis menjadi IT yang mampu menggabungkan antara kompetensi dan keahlian teknis dengan pengetahuan bisnis dan kemampuan berkomunikasi. Sehingga mampu memberikan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi perusahaan. Gartner mengistilahkan hal tersebut dengan sebutan IT versatilis. IT versatilis harus mampu memainkan peranan penting dalam melaksanakan berbagai tugas (multi disiplin).

Apa yang harus dilakukan agar menjadi orang-orang IT yang versatilis? Jangan lagi fanatik terhadap salah satu bahasa pemrograman tertentu,  secara perlahan tetapi pasti nantinya akan tergantikan oleh otomatisasi yang serba click and drag. Juga jangan fanatik pada system operasi tertentu, database tertentu, dsb. Terjun langsung pada setiap persoalan yang timbul, sebagai proses pembelajaran. Jangan cuma duduk di depan computer. Sambil melatih kemampuan verbal.  Penting, mengingat kemajuan IT justru telah membuat jurang pemisah. Dengan demikian keberadaan IT versatilis akan memberikan keunggulan kompetitif (competitive advantage) bagi perusahaan. Dan ujung-ujungnya kita tidak jadi dipecat J.

Peranan Perguruan Tinggi

Perubahan kebutuhan pasar kerja dan ruang lingkup job description IT, seharusnya sudah diantisipasi oleh institusi pendidikan. Menurut Betti Alisjahbana yang pernah saya baca di harian Kompas, 8/10/2007,  beberapa perguruan tinggi di Amerika Serikat saat ini sudah mulai mengembangkan kurikulum baru untuk memenuhi kebutuhan tersebut yang disebutnya sebagai Service Science (Manajemen dan Rekayasa Service Science), sehingga dihasilkan tenaga-tenaga ahli interdisiplin, IT versatilis  setingkat S2.  Hmmm … orang-orang IT, siap-siaplah dipecat, jika Anda (maksudnya gue gitu loh!) tidak mampu memenuhi kebutuhan perusahaan yang serba kompetitif ini. Weks ….

Diskusi

7 thoughts on “Tahun 2010, kebutuhan tenaga IT akan berkurang?

  1. Saya setuju dengan arah prediksinya, tapi perasaan saya mengatakan bahwa itu belum akan terjadi sebesar itu (40%) di tahun 2010. Masih banyak perkembangan persoalan teknis yang masih tumbuh di dunia IT yang masih sangat butuh dukungan SDM.

    salam
    arry akhmad arman
    http://kupalima.wordpress.com

    Semoga saja begitu Pak, dan saya tetap masih bisa bekerja😀

    Posted by Arry Akhmad Arman | April 16, 2008, 8:50 pm
  2. makasih atas motifasinya….. saya link ya blognya mas hary di blog saya…

    Monggo, silahkan …

    Posted by roni sandra | April 17, 2008, 12:58 am
  3. nice info mas… sepertinya memang perusahaan2/vendor2 outsourcing masa depannya cerah… yang jelas sudah kelihatan skrg ya di dunia telekomunikasi

    Ya, cerah buat perusahaan outsourcing dan tidak cerah buat saya …😀

    Posted by alva | April 17, 2008, 2:38 am
  4. Hehehe…semua ngaku IT sih.

    Posted by Hendri | Juli 17, 2008, 2:33 am
  5. Informasinya sangat-sangat membantu sekali. sepertinya “gw banget” tuh hi2. MADESU (Masa Depan Suram). terlalu banyak pemrograman yg baru, jadi bingung untuk belajarnya..

    Posted by Aby | September 24, 2008, 4:33 am
  6. saya setuju, para generasi penerus dibidang IT mungkin harus berevolusi. dimana semakin banyak tenaga ahli dibidang IT maka pola pikir dan kerja juga mentalitas harus diubah. Sekedar saran bagi teman-teman IT, ada baiknya konsep untuk melamar kerja diubah, kenapa tidak kita para IT yang membuka peluang kerja? bagaimana caranya? ini memang tidak mudah, tp sudah harus ke arah business develop bukan lagi worker/clerk. Saya yakin ilmu para IT tidak akan sia-sia dan justru bermanfaat bagi byk kalangan masyarakat. Jangan pernah patah semangat, hidup ini sekali dan harus disyukuri juga dinikmati. Dimana ada kemauan pasti ada jalan. Ciayo teman-teman…

    Posted by Putra | Februari 3, 2009, 12:33 pm
  7. ulasan dan prediksi yang bagus…

    minta ijin untuk memasang artikel ini di web kami yha pak.

    Silahkan mas, tolong informasikan linknya ya …

    Posted by rizki | Desember 3, 2009, 1:54 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

Blog Stats

  • 443,387 hits
April 2008
S S R K J S M
« Mar   Mei »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  
%d blogger menyukai ini: