//
you're reading...
Uncategorized

Jika tiba-tiba programmer berhenti bekerja

Jika tiba-tiba seorang programer berhenti bekerja, pastinya repot, dan sangat menyusahkan. Berbeda dengan karyawan di departemen lain. Ketika ada staf yang berhenti paling-paling yang kena dampaknya adalah hanya pada departemen yang bersangkutan. Tetapi secepatnya akan mudah ditanggulangi, oleh staf lain di departemen tersebut.

Berbeda halnya jika yang berhenti itu adalah seorang programmer. Apalagi ketika program itu sudah diset sedemikian rupa sehingga dengan periode waktu tertentu program itu akan lumpuh, tidak bisa dipergunakan.

Nah, sejak beberapa bulan ini saya mendapat pekerjaan untuk menangani persoalan tersebut di sebuah supermarket di Jakarta. Seorang programer  yang bekerja di perusahaan tersebut, tiba-tiba saja berhenti. Sehingga beberapa pekerjaan yang biasa dilakukan oleh staf lain menjadi terhambat. Saya sudah berusaha melobby orang tersebut, untuk lebih dulu melakukan serah terima pekerjaan agar program program tetap dapat berjalan sebagaimana biasanya. Dan staf lain tidak mendapat kesulitan.

Upaya tersebut rupanya gagal, yang bersagkutan tidak mau lagi dihubungi. Bagi saya, sebetulnya ini sebuah pekerjaan yang cukup berat.  Semula saya menolak, karena ini bukan pekerjaan yang mudah. Namun demikian saya coba upayakan. Ada dua rencana, pertama adalah tetap melanjutkan menggunakan program yang selama ini berjalan. Kedua, adalah dengan mengganti program tersebut dengan program baru.

Saya mulaikan dengan melakukan pengecekan beberapa program yang tidak bisa lagi dieksekusi, karena diproteksi oleh sipembuatnya. Setelah memakan waktu sekitar 1 bulan, singkat cerita, akhirnya semua program yang semula tidak berjalan saat ini sudah normal kembali.

Pembuatan laporan-laporan pun saat ini sudah bisa dilakukan.  Sehingga yang semula kami akan mengganti program, akhirnya diurungkan. Karena program yang ada selama ini dianggap masih baik, dan sesuai dengan keinginan pimpinan perusahaan tersebut.

Hari ini, dengan kasus yang sama tetapi untuk supermarket yang ada di daerah Pamulang,  kembali kami mendapat pekerjaan tersebut, yaitu untuk merapikan kembali system yang ada. Baik instalasi jaringan, menyeragamkan penggunaan software antara di kantor pusat dengan di kantor cabang.

Sebuah pekerjaan yang cukup melelahkan, tetapi menyenangkan. Karena akhirnya saya dan team menjadi bagian dari perusahaan tersebut untuk melakukan maintenance.

Diskusi

9 thoughts on “Jika tiba-tiba programmer berhenti bekerja

  1. Baca program bikinan orang lain bener2 memusingkan. Apalagi kalo tanpa komentar. Mending bikin baru lagi pake paradigma sendiri, tapi trade off-nya jadi lama sih. Tapi ada untungnya… untungnya saya bukan programmer. Hehehe…8x

    Untungnya programnya masih bisa jalan sekarang, kalau enggak mau enggak mau akan saya ganti dengan system dan program yang baru.

    Posted by Mang Kumlod | Juli 16, 2008, 4:03 pm
  2. untung ya listing programnya masih ada, coba kalo programnya ditanam di uC, bisa repot betulan tuh..🙂

    Betul mas, saya pasti bingung …

    Posted by wier | Juli 16, 2008, 4:24 pm
  3. hehehhehe untuk databasenya enggak di obrak-abrik dulu baru pergi😀

    Kalau sampai database nya yang berantakan, pasti si bosnya sudah mencak-mencak …😀

    Posted by Gelandangan | Juli 16, 2008, 4:36 pm
  4. hehehehe…programmer kok tidak disayang, ya kabur.

    Saya juga enggak tahu, kenapa tuh programmer nya berhenti ya …

    Posted by Hendri | Juli 17, 2008, 2:27 am
  5. cari yang laen… yang itu pecat…:mrgreen:

    pecat memecat mah, bukan urusan saya mas (katanya sih sudah lama dipecatnya), yang pasti sekarang saya malah bisa kerja sambilan di sini😀

    Posted by Sir Arthur Moerz | Juli 17, 2008, 6:28 am
  6. Wah repot juga ya, apa lagi kalau cari karyawan baru, pasti juga butuh waktu untuk penyesuaian

    Menurut saya sih iya, saya sendiri perlu 2 bulan untuk melakukan penyesuaian sehingga saat ini betul-betul sudah bisa dikuasai.

    Posted by Laporan | Juli 17, 2008, 10:03 am
  7. iya sy pernah menjadi programmer yg “kabur itu”…biasanya ada hubungan dengan harga diri hehehe maksudnya udah dibayar murah dan diperlakuka kayak kuli…huhuh inget itu bt juga😦

    Posted by uwiuw | Juli 17, 2008, 3:31 pm
  8. hehe.
    kakak saya programer nih, jadi tahu banget kalau programer itu emang ‘disayang-sayang’ sama bosnya. Soalnya kalau ‘kabur’, bakal repot juga kantor…

    Untungnya, meskipun kakak saya pindah kerja, tapi dia selalu menjalin komunikasi yang baik dengan perusahaan yang lama.. jadiiiii… dobel deh duitnya.. wakakakakak

    Posted by Lala | Juli 18, 2008, 4:59 am
  9. Gw programmer juga..untuk firmware MCU..

    Dari sudut pandang gw, bikin trap (supaya programnya berhenti bekerja setelah programmernya pergi), justru melawan profesionalisme programmer.

    Kan pekerjaan kita dah dibayar. Jadi silahkan aja company mo ngapain dengan program itu. Yang jelas kita ga boleh menghalangi urusan perusahaan dengan trap kita.

    Gw doain cepet mampus dah programmer kaya gituan..

    Posted by kunilkuda | Juli 18, 2008, 7:47 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

Blog Stats

  • 443,412 hits
Juli 2008
S S R K J S M
« Jun   Agu »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  
%d blogger menyukai ini: