//
you're reading...
katarsis

Teori Evolusi di Majalah PC Media

Baru kali ini, sebuah majalah komputer membahas masalah teori evolusi🙂  Opini tersebut ditulis oleh Bernaridho Hutabarat, seorang akhli business intelligence sekaligus pencipta bahasa pemrograman Nusa di halaman 25, PC Media edisi Agustus 2008, “Banyak Beriman”.

Saya termasuk orang yang salut dengan beliau, hebat, karena bisa membuat bahasa pemrograman Nusa yang sebelumnya bernama Batak. Salah satu contoh orang Indonesia, yang perlu ditiru kreatifitasnya. Tulisan ini tidak dimaksudkan akan mendiskusikan bahasa pemrograman tersebut, tetapi mendiskusikan apa yang ditulis beliau mengenai Teori Evolusi.

Meskipun hanya sebatas untuk menganalogikan sebuah Teori Evolusi dengan Teknologi informasi, saya tertarik untuk membahasnya. Dalam hal Teori Evolusi, sama dengan beliau bahwa saya juga termasuk orang yang tidak percaya Teori Evolusi. Namun demikian, tidak sedikit orang yang percaya terhadap kebenaran teori ini, sebagaimana perdebatan yang sampai saat ini masih berlangsung di sebuah milis evolusi. 

Bisa jadi postingan ini pun akan mendapat tanggapan yang beragam, yang pro dan kontra, yang tentunya dengan alasan yang berbeda-beda. Teori evolusi adalah sebuah kepercayaan. Dan saya termasuk orang yang sama dengan penulis tersebut. Tidak percaya. 

Sebuah pengalaman pribadi Charles Darwin dalam sebuah expedisi. Sebuah teori yang tidak dibangun oleh kaidah-kaidah ilmiah sebagaimana lazimnya. Tetapi anehnya diajarkan di sekolah-sekolah justru digambarkan sebagai seolah-olah fakta ilmiah, yang harus dituruti. Meminjam bahasa Bernaridho bahwa kita hanya perlu beriman saja, tidak perlu membantah, compliance, patuh.  

Padahal dari semula teori ini memang sudah banyak yang membantah, bahkan ditentang. Dan untuk menghindari pertentangan itu, ketika ada orang yang mengatakan bahwa manusia berasal dari kera. Pastilah akan dijawab bahwa Darwin tidak pernah mengatakan bahwa manusia keturunan dari kera.

Ini adalah salah satu contoh Kasus  dari riak-riak kecil perbedaan pandangan tersebut. Kebanyakan orang menganggap bahwa manusia berasal dari “monyet”, kesalahannya dimana? Menurut saya memang sengaja kebanyakan orang dibingungkan. Di satu sisi dijelaskan bahwa Darwin tidak pernah menjelaskan hal tersebut, tetapi di sisi lain, dijelaskan bahwa manusia seketurunan dengan makhluk yang memiliki rahang yang menonjol, dahi yang agak kebelakang, dengan cara jalan yang menjuntai. Benar, tidak disebutkan sebagai keturunan “monyet”, melainkan keturunan seperti ciri-ciri tersebut di atas. Lha makhluk apa yang bentuknya seperti itu? Tentu untuk merepresentasikan ciri-ciri itu yang paling gampang adalah “monyet atau kera”.

Tidak salah jika orang beranggapan seperti itu, sebaliknya kaum evolusionis pun tidak seharusnya menyangkal tehadap pernyataan-pernyataan seperti itu. Dalam beberapa kasus ketika Teori Evolusi semakin terdesak, oleh penemuan-penemuan yang terbaru yang membuktikan ketidakbenaran teori evolusi, justru cara menjawab orang-orang evolusi (evolusionis) pun berevolusi pula.  Contoh lain, sebagaimana contoh kasus-kasus Eugene Dubois dengan penemuan Homo erectus nya. Ketika orang mempermasalahkan kasus penemuan tersebut, maka orang evolusi pun akan menyangkal pula, dengan pernyataan bahwa: Eugene Dubois bukanlah tokoh sentral atas penemuan tersebut di Sangiran, bahkan penemuannya pun tidak dianggap sebagai bukti penting (lihat : tulisan Kompas tgl 13 Juni 2008, hlm 47). Kebanyakan orang pasti akan tercengang dengan hal ini, karena kebanyakan kita yang pernah belajar Sejarah, tentu kita tahu, siapa itu Eugene Dubois.

Padahal tulisan Kompas itu, hanyalah bersumber dari Draf Disertasi Bambang Sulistianto. Pertanyaannya, bolehkah sebuah draft bisa langsung dipublikasikan, sebagai sebuah kebenaran? Banyak kasus-kasus seperti ini yang ada di dalam teori evolusi. Tidak sedikit pula bukti-bukti Teori Evolusi hanyalah didasarkan pada kesepakatan-kesepakatan semata. Karena yang bersepakat itu adalah orang-orang yang disebut pakar, itu dijadikan sebagai bukti.

Saya termasuk orang setuju dengan pendapat Pak Taufikurahman seorang yang sudah memulaikan untuk merubah paradigma pengajaran evolusi di mata pelajaran Biologi. Sudah waktunya pelajaran-pelajaran biologi di sekolah-sekolah  direformasi. Buku Darwin bukanlah sebuah kitab suci, sudah waktunya kita tidak patuh kepada teori tersebut.

Diskusi

9 thoughts on “Teori Evolusi di Majalah PC Media

  1. kalo masi draft biasanya siy belom teruji tuh😀

    Seharusnya sih gitu

    Posted by carra | Juli 20, 2008, 7:01 am
  2. Entah kenapa sedari awal belajar tentang teori evolusi, saya selalu menganggap teori ini sesuatu yang begitu lucu. Teori ini dulu sering dijadikan lelucon semasa saya di sekolah menengah.

    Saya termasuk orang yang tidak percaya dengan teori ini semenjak awal. Apalagi dengan penemuan-penemuan ilmiah mutakhir membuktikan bahwa teori ini semakin lama semakin lemah.

    Setuju pak

    Posted by Rafki RS | Juli 20, 2008, 1:51 pm
  3. tadi baru baca ama yg kontra ama mbah darwin…😀 dan saya rasa semakin banyak yg kontra stelah beberapa kasus penipuan sejarah hiks

    Iya, tetapi anehnya yang percaya pun banyak loh.

    Posted by fenny | Juli 20, 2008, 3:18 pm
  4. ehm
    teori evolusi?

    Posted by achoey sang khilaf | Juli 21, 2008, 2:28 am
  5. beneran teori evolusi?

    Bener

    Posted by FaNZ | Juli 21, 2008, 3:36 am
  6. Waktu smu dulu kita belajar teori ini dan yang pasti kita percaya pada teori ini waktu itu..🙂
    Bahkan waktu itu aku terkagum2 ma Darwin . paboleh buat, pada usia ku waktu, apa yg dipelajari di sekolah ya itu yang kita anggap benar. Boro2 mikirin bener gak nya tu teori yang ada kita sibuk berusaha gimana supaya nilai ulangannya bagus hehe😀

    Saya termasuk orang yg sejak SMA sudah menentang Teori ini.

    Posted by Rita | Juli 21, 2008, 4:29 am
  7. di darwins-theory-of-evolution[dot]com, tagline-nya ialah: Darwin’s Theory Of Evolution – A Theory in Crisis

    Setuju mas.

    Posted by namain | Juli 21, 2008, 7:47 am
  8. haha…setuju Om…
    Saya juga termasuk orang yang tidak percaya teori Darwin…aneh aja, dari awal diajarin juga udah merasa aneh..
    Tapi ya aa boleh buat, seperti apa yang dibilang Rita, ngejar nilai ulangan bagus ajah..hehehe…

    He he he … masa sih? waktu saya ujian Teori Evolusi dulu, ketika ditanya apa bukti bukti kebenaran Teori Evolusi, semua saya jawab. Tetapi setiap bukti itu, saya ungkapkan juga mengenai ketidak setujuan saya atas bukti-bukti itu. Dan nilai saya tetap dikasih A😀

    Posted by irvan | Juli 23, 2008, 12:52 am
  9. Occasionally laser surgery will be used in order to deal with
    the problem. Touching your chin frequently will transfer these germs and dirt to the chin
    area which may result in acne on chin. The essence of natural mole removal is the
    use of herb and folk remedies.

    Posted by how to get rid of acne | Mei 3, 2013, 6:42 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

Blog Stats

  • 443,412 hits
Juli 2008
S S R K J S M
« Jun   Agu »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  
%d blogger menyukai ini: