//
you're reading...
Uncategorized

Menjajal Philips DECT 6.0 VoIP 841

Sudah beberapa hari ini saya mencoba instalasi sebuah alat telekomunikasi yang namanya: Philips DECT 6.0 Voip 841. Alat ini dapat digunakan untuk keperluan komunikasi VoIP via Skype, yaitu tanpa menggunakan computer.

Sebuah perangkat yang menurut saya sangat membantu untuk menurunkan biaya percakapan telekomunikasi suara. Kebetulan Pimpinan saya mempunyai anak-anak yang bersekolah di luar negeri, sehingga keberadaan alat ini tentu sangat membantu.

Namun demikian ada beberapa kendala  yang saya hadapi, selama mencoba  alat ini, yaitu:

  1. Tidak mudah untuk melakukan settingan pada menu, system, network yang ada. Semua menu terkunci, sehingga kita sulit untuk menuliskan IP Address. Tetapi begitu dimatikan hingga keesokan harinya baru bisa dilakukan setting, pada menu yang sama. Aneh ya?
  2. Tetapi begitu disetting sesuai IP address, persoalan kembali muncul, alat tersebut tetap tidak bisa koneks jaringan interneti. Akhirnya harus dikembalikan lagi ke posisi setingan semula (DHCP). Dan ternyata ini tidak mudah, harus dimatikan dulu, hingga besok harinya baru bisa dilakukan perubahan.

Intinya bahwa alat ini, untuk merubah setingan perlu waktu yang lama untuk kemudian bisa diseting lagi, jadi perlu waktu. Kedua, hanya bisa digunakan kalau hanya jika menggunakan DHCP, kalau menggunakan IP address tidak bisa, walaupun ada menu untuk keperluan tersebut yang tersedia.  Sebuah alat yang aneh. Atau barangkali karena alat ini memang tidak secara khusus digunakan untuk keperluan di Indonesia? Karena saya pun agak bermasalah juga dengan voltage-nya yang hanya 110 Volt, yang terkadang saya suka lupa.😀

Diskusi

3 thoughts on “Menjajal Philips DECT 6.0 VoIP 841

  1. BRAVO! ternyata Kak Harjo benar2 sabar dan kreatif, semangat kak pasti nanti ketemu jawabannya, tidak ada yg tidak mungkin didunia ini, smoga sukses, oya terima kasih sudah mampir ketempat koe.

    Hidup memang harus semangat.

    Posted by Frida | Juli 22, 2008, 4:00 am
  2. tadi nya tertarik pengen coba nech. tapi ternyata ribet ya…🙂

    terima kasih telah berkunjung..

    Kalau menggunakan DHCP enggak masalah koq. Sangat mudah.

    Posted by My | Juli 22, 2008, 8:37 am
  3. Pake 110v, ah hati-hati pak! Saya pernah mengalami dengan sebuah alat yang menggunakan voltase rendah, walau sudah dihati-hati tetep saja lupa, dan meledaklah alat itu😦
    Philips ya, emm saya pake brand itu utk hp saya🙂

    Iya, makanya waktu itu, adaptor nya sempat meledak karena kelupaan. Tetapi secara diam-diam sudah saya ganti. Dan sekarang sudah menggunakan adaptor 220 v.

    Posted by gajahkurus | Juli 24, 2008, 2:35 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

Blog Stats

  • 443,387 hits
Juli 2008
S S R K J S M
« Jun   Agu »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  
%d blogger menyukai ini: