//
you're reading...
Hardware

Power Supply dan standar 80 Plus

Power supply Unit  adalah bagian dari komponen di dalam casing yang menyuplai dan mengkonversi daya 220 – 240 V untuk computer.  Sebuah komponen yang sangat penting tetapi seringkali diabaikan oleh konsumen. Sebagai pengalaman pribadi untuk keperluan kantor, seringkali dalam setiap pembelian computer bagian ini tidak saya perhatikan. Buat saya yang penting murah dan hemat.  Suatu saat, tiba-tiba listrik di kantor saya padam, sebentar kemudian ternyata menyala kembali. Tidak lama kemudian tercium bau hangus terbakar. Ketika diselidiki ternyata beberapa buah computer saya mati, dan tidak bisa dihidupkan lagi. Sialnya lagi, bukan saja power supplynya saja yang rusak, tetapi hampir semua komponen yang ada di dalamnya seperti mainboard, harddisk, memory, prosesor, dan NIC. Berangkat dari kasus pengalaman itu, pemilihan jenis-jenis power supply untuk sebuah computer menjadi mutlak dibutuhkan.

Spesifikasi standar power supply saat ini adalah ATX 2.2 yang sudah dilengkapi dengan kemampuan untuk memproteksi dari suhu yang tinggi maupun tegangan yang berlebih. Serta perubahan konektor dari 20 pin menjadi 24 pin (sejak tahun 2004).  Selain itu, power supply saat ini lebih ramah lingkungan, dan juga sudah lebih efisien dalam hal penggunaan daya listrik.  Suhu yang rendah, memungkinkan tidak dibutuhkan lagi teknologi canggih untuk mendinginkan.  Usia computer pun pada akhirnya menjadi lebih panjang.

Terkait dengan masalah daya listrik ini lah saat ini dimunculkan standar baru yang namanya 80 plus. Apabila power supply memiliki sertifikat tersebut, artinya power supply mampu memberikan efisiensi energi lebih dari 80 %. Dengan demikian akan semakin rendah input daya yang dibutuhkan yang berarti tagihan listrik pun menjadi jauh lebih hemat. 

Lalu bagaimana kita mengetahui bahwa power supply jenis ini termasuk yang sudah bersertifikat 80 plus?  Mudah saja, biasanya sudah ada logo 80 plus pada setiap kemasannya. Atau bisa juga melihat pada situs www.80plus.org

Soal lain dalam membeli power supply adalah masalah kapasitas, yaitu 450 Watt atau lebih. Masalahnya di pusat perdangan computer, harga power supply  450 W sangat bervariasi ada yang cuma Rp 80.000,- an ada juga yang sampai Rp 300.000,- an lebih. Lalu apa yang membedakan dari harga tersebut? Sebagai informasi bahwa, power supply seharga Rp 80.000,- tersebut bisa jadi kepasitasnya tidak murni sebesar itu, alias tidak sesungguhnya. Bedakan pengertian antara daya maksimal yang dapat didukung dengan daya yang dapat didukung secara  terus menerus oleh power supply tersebut. Hal seperti ini perlu diketahui oleh konsumen sebelum melakukan transaksi pembelian power supply.

Diskusi

7 thoughts on “Power Supply dan standar 80 Plus

  1. Saya baru saja mengganti Power Supplay tadi siang Om, masalahnya saya tidak tau, sebelumnya bunyi kipas power supplay saya kasar, beberapa hari kemudian terbakar, untunglah tidak merembet ke komponen yg lain. saya memebeli power suplay seharga Rp80.000, saya sih tdk mengerti, asal membeli saja, pinnya memang ada 24, tapi berhubung komputer saya jadul jadi masih menggunakan pin 20, di situ sih tertulis 400w, saya pikir lumayanlah dari pada yg lama cuma 300w.
    karena baru hari ini saya bisa berinternet ria, jadi saya baru bisa baca artikel di atas…terlambat memang, yaa tdk apalah, mudah2an saja bisa awet power supplaynya ini =)

    Iya, biasanya kalau seharga segitu, tidak pure. Artinya sebetulnya tidak benar-benar 400 W. Tetapi untuk keperluan PC type lama saya kira memadai.

    Posted by ezoel | Oktober 22, 2008, 2:01 pm
  2. Hai salam kenal. Saya baru saja mengalami kerusakan power supply beberapa hari yang lalu. Nah. karena rasa keingin tahu an, akhirnya saya coba-coba untuk menyalakan komputer sampai beberapa kali (kurang lebih 10x). Dan akhirnya komputer (Power supply) saya meledak. Nah, pertanyaan saya apakah komponen lain (terutama hardisk) ikut rusak? Lalu, menurut Anda, power supply mana yang sebaiknya saya beli (budget 300-400rb, koomputer saya p4, 512mb). Terima Kasih ^^

    Posted by dhenz | Desember 21, 2008, 11:44 am
  3. spesifikasi power supply apa aj c?

    Posted by uel | Maret 19, 2009, 4:04 pm
  4. Banyak orang tidak menyadari arti penting dari power supply (PSU) sebuah komputer. Psu di komputer ibarat jantung di tubuh manusia, yang mana kalau jantung itu berhenti semua organ tubuh lainnya akan berhenti pula. Sebuah komputer katakan lah memiliki spek yang sangat canggih dengan core2extreme, vga card terkini dengan kemampuan cepat, motherboard dengan chipset terbaru, jumlah harddisk dalam kapasitas tera byte, dan periperhal canggih lainnya tetapi apabila hanya menggunakan psu abal2 alias psu tidak berkelas bisa dipastikan semua komponen yang ada akan rusak, karena ketidak stabilan supply listrik dari psu tersebut. Harga sebuah psu yang berkualitas beragam mulai dari 400 ribuan (kelas value dengan watt 400) sampai jutaan rupiah (sampai 1200 watt). Harga tersebut memang cukup mencengangkan, tetapi banyak orang tidak sadar bahwa sebuah psu adalah sebuah investasi. Perlu disadari psu berkelas itu tahan lama, dengan lifetime sekitar 50.000 jam – 100.000 jam. Artinya kita tidak perlu membeli psu lagi apabila kita ingin meng-upgrade komputer kita. Sebuah psu dengan daya 1000 watt tidak serta merta berarti 1000 watt pula yang dibutuhkan psu tersebut. 1000 watt adalah kapasitas yang disediakan, apabila komponen2 didalam komputer kita hanya membutuhkan 300watt maka hanya daya itulah yang diambil dari listrik pln rumah kita. Yang perlu diperhatikan dalam membeli sebuah psu : tentukan keperluan anda dengan menghitung banyak dan jenis komponen2 yang ada dikomputer anda, ambil psu dengan tipe APFC bukan PPFC (APFC=Active Power Factor Correction, PPFC=Passive Power Factor Correction) hal ini penting karena APFC akan secara otomatis bekerja pada tegangan listrik yang berubah2, melihat pln di indonesia tidak stabil dalam voltase, hal lainnya yang perlu diperhatikan, psu berkelas biasanya memiliki bobot berat lebih dibandingkan psu abal2, hal ini karena komponen didalam jauh lebih bermutu dan lebih banyak dibandingkan psu abal2. Satu hal penting yang perlu diperhatikan lihat kode “UL” di body psu, karena kode tersebut menandakan buatan mana psu tersebut, nah disini anda letak kuncinya, psu abal2 tidak memiliki nomer kode dibawah kode UL tersebut. Banyak merk psu berkelas di pasaran saat ini, anda tinggal menentukan merk dengan memanfaatkan fasilitas search google dan melihat review2 dari website luar tentang psu tersebut.

    Posted by d | April 2, 2009, 6:37 am
  5. Boleh nanya ya? Tadi pagi CPU komputerku ga’ nyala, kipasnya ga’ berputar. Tapi power pada monitor masih bisa nyala, apa ada hubungannya dengan Power Supplay itu ya. Komputerku, kompie jadul window sp1 proffesional. Mohon pencerahanya.

    Sangat mungkin disebabkan oleh Power Supplynya yang rusak. Jadi tinggal ganti saja power supplynya, harganya sekitar Rp 120.000,- an. Komputer dengan system operasi XP SP 1, belum terlalu jadulah …

    Posted by gunraytasti | Mei 17, 2009, 8:50 am
  6. saya bingung, saya punya power suply yang memiliki 20+4 pin, nah permasalahanya jika saya mengganti dengan motherboar terbaru yang memiliki 20+4+8 pin apa harus mengganti power suply saya???

    Posted by diaz | Agustus 10, 2009, 3:55 am
  7. Saya beli hardisk sata waktu dipasang tiba2 powersuplynya mati, kemudian hardisk yang baru saya lepas..on kembali.
    catatan. hardisk saya pernah korslet…apa itu mempengaruhi pin2 yang ada

    Posted by Ragus | Agustus 9, 2011, 3:41 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

Blog Stats

  • 443,412 hits
Oktober 2008
S S R K J S M
« Sep   Nov »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  
%d blogger menyukai ini: